www.medan88rentcar.id

Info tempat - tempat wisata di medan

By medan 88 rent car - rent car medan, rental mobil di medan, sewa mobil di medan dan rental mobil lepas kunci posted April 30, 2020

Pengalaman saya sebagai pelaku usaha rental mobil di medan,Ketika di tanya oleh pelanggan ,dimana saja atau lokasi wisata mana yang lagi trend yang harus kami kunjungi selagi di Medan pak ? seakan mendadak lupa ingatan untuk menjelaskan sedetailnya.hehee

karena memang begitu banyak pilihan,apalagi kalau pemerintah terkait serius menata dunia pariwisata di medan ini,maka bukan kami saja sebagai pelaku usaha di bidang pariwisata,masyarakat pun tentu menikmatinya,dan tentunya di awali dari kita masyarakat yang sadar dengan lingkungan,salah satunya jangan lagi buang sampah sembarangan..weleh,udah kayak aktivis saja..hehehe

yowes,langsung saja,artikel ini saya tulis sebagai pemandu bagi anda yang ingin menjelajahi lokasi wisata di medan.

Berikut tempat atau lokasi wisata yang ada di Medan :

1. Istana maimun

Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan, Sumatra Utara, terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Aur, Medan Maimun, Medan.

Didesain oleh arsitek Capt. Theodoore van Erp, seorang tentara Kerajaan Belanda yang dibangun atas perintah Sultan Deli, Sultan Ma’mun Al Rasyid. Pembangunan istana ini dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Istana Maimun terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.

2. Merdeka Walk

Merdeka Walk adalah sebuah pusat kuliner di Medan, ibu kota Provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Lokasinya di pusat kota Medan, di dalam Lapangan Merdeka. Tempat ini dikenal sebagai tempat nongkrong yang menyediakan pusat makanan, hiburan, hingga arena pertunjukan. Merdeka Walk dibuka 24-jam sehari.

Sebagai pusat makanan, puluhan gerai makanan tersedia di sini. Mulai dari dari makanan Barat, makanan Asia sampai makanan khas Medan. Selain menyediakan hidangan dalam berbagai menu, Merdeka Walk juga menyediakan satu spot yang nyaman dengan keasrian pepohonan bernama Center Piece.

Tempat ini biasanya diisi berbagai hiburan seperti live music, acara untuk keluarga dan ajang kreativitas anak muda, seperti band performance, rap, breakers, dan hiburan lainnya di Center Piece.

3. The Le Hu Garden Medan

Bagi traveler domisili Medan juga bisa menikmati sensasi panorama keindahan taman luas yang dipenuhi dengan bunga. Cukup berkunjung ke wilayah Patumbak, Deli Serdang yang jaraknya pun tak jauh dari lokasi pusat kota Medan, maka sudah dapat merasakan sensasi keindahan wisata taman yang menyejukkan mata.Taman The Le Hu Medan menjadi lokasi wisata asyik dikunjungi, terdapat taman bunga luas terdiri berbagai bunga-bunga dan kolam ikan menjadikan wisata taman di Medan ini, tempat paling seru berfoto dan berselfie ria. Selain itu fasilitas taman rekreasi The Le Hu garden pun memadai seperti toilet umum, area pemancingan ikan, tempat ibadah musholla dan foodcourt.

4. Mesjid Raya Kota Medan

Masjid Raya Medan atau Masjid Raya Al-Mashun (Aksara Jawi : مسجد راي ميدن) merupakan sebuah masjid yang terletak di Kota Medan, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909. Pada awal pendiriannya, masjid ini menyatu dengan kompleks istana. Gaya arsitekturnya khas Timur Tengah, India dan Spanyol. Masjid ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan, timur, utara dan barat. Masjid Raya Medan ini merupakan saksi sejarah kehebatan Suku Melayu sang pemilik dari Kesultanan Deli

5. Rumah Tjong a Fie

Rumah Tjong A Fie (Hanzi tradisional: 張耀軒 故居; Hanzi sederhana: 张耀轩 故居; Pinyin: Zhāng Yàoxuān Gùjū) adalah rumah dua lantai di Jalan Ahmad Yani di Kesawan, Medan, Sumatra Utara, yang dibangun oleh Tjong A Fie (1860–1921), pedagang Hakka yang memiliki banyak tanah perkebunan di Medan. Ia kemudian diangkat sebagai Majoor der Chineezen di Medan dan memimpin pembangunan rel kereta api Medan-Belawan. Rumah ini masih ditempati keturunan Tjong A Fie. Namun, sejak tahun 2009 sebagian rumah ini dibuka untuk dikunjungi umum.

Rumah ini selesai dibangun tahun 1900 dan dirancang dengan gaya arsitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco dan menjadi objek wisata bersejarah di Medan.Di rumah ini, pengunjung bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong A Fie lewat foto-foto, lukisan serta perabotan rumah yang digunakan oleh keluarganya serta mempelajari budaya Melayu-Tionghoa.

Tjong A Fie berkerabat dengan Cheong Fatt Tze yang membangun Cheong Fatt Tze Mansion di Penang, Malaysia. Sekilas ada kemiripan antara Rumah Tjong A Fie dan Cheong Fatt Tze Mansion

6. Graha Santa Maria Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkanni adalah gereja Katolik bergaya India-Mughal yang dibuka pada tahun 2005 di kota Medan. Gereja ini dipersembahkan untuk Bunda Velangkanni Bunda Penyembuh (bahasa Tamil: ஆரோக்கிய மாதா Ārōkkiya mātā). Konon Bunda Maria pernah muncul pada abad ke-17 di Kota Velankanni, Tamil Nadu, India, sehingga muncullah gelar Bunda Velangkanni Bunda Penyembuh.

Gereja ini merupakan bangunan dua tingkat yang terdiri dari tempat pertemuan di lantai dasar dan tempat ibadah di lantai pertama, sementara menara di atasnya terdiri dari tujuh lantai sebagai lambang bahwa di surga terdapat tempat untuk semua orang. Menara ini sendiri merupakan perwakilan Raja Gopuram (kubah raja) dalam arsitektur Hindu. Di atas bangunan gereja ini juga terdapat tiga kubah yang dibangun dengan gaya arsitektur Mughal dan merupakan lambang Tritunggal.

Gereja ini terletak di sebuah jalan kecil yang bernama di Jl. Sakura III No. 7, Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Tj. Selamat, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20135.

7. Museum Sumatera Utara

Museum Sumatra Utara atau yang lebih dikenal warga Sumut Museum Negeri Provinsi Sumatra Utara (disingkat Museum Negeri Provsu) ini terletak di Jln. H.M. Jhoni No. 51 Medan. Merupakan Museum terbesar di Sumatra Utara yang berbagai peninggalan sejarah budaya bangsa, hasil seni dan kerajinan dari berbagai suku di Sumatra Utara. Museum ini dibangun pada tahun 1954 dan diresmikan pada tanggal 19 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef.Museum ini merupakan salah satu museum terbaik di Indonesia

Bangunan museum berdiri di atas lahan seluas 10.468 m2, terdiri atas bangunan induk dua lantai yang difungsikan untuk ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, ruang audio visual/ceramah, ruang kepala museum, tata usaha, ruang seksi bimbingan, perpustakaan, ruang mikro film, ruang komputer, serta gudang

Sampai tahun 2005, Museum Sumatra Utara memiliki 6799 koleksi.Terdiri atas replika hewan khas Sumatra, replika fosil manusia purba, diorama kehidupan prasejarah, serta beragam perkakas prasejarah.

Adapun, peninggalan lain seperti arca-arca peninggalan zaman Hindu-Budha, peninggalan batu nisan, Al-Qur’an, replika Masjid Azizi ada disini, dan juga perkakas zaman Kolonial Belanda juga dikoleksi. Selain itu, terdapat pula model figur kolonial, dan replika kehidupan kota Medan zaman dulu.

Benda koleksi meliputi senjata tradisional dan modern, obat-obatan tradisional, peralatan komunikasi yang digunakan melawan penjajah. Juga ditampilkan lukisan kepahlawanan dan poster propaganda masa perang. Dan terakhir, foto-foto serta lukisan dari para pahlawan dan mantan gubernur Sumatra Utara juga dikoleksi di sini

Pada tahun 2003 jumlah pengunjung mencapai 73.032, tahun 2004 naik menjadi 80.070, tahun 2005 pengunjung sebanyak 81.031 dan tahun ini hingga bulan Juli sebanyak 34.074 pengunjung. Maka, ia pada tahun 2006 merencanakan untuk memproyeksikan pengunjung museum sebanyak 90 ribuan.

Pada tahun 2006, museum itu dilengkapi fasilitas znimasi dan layar sentuh. Ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung menjadi 90 ribuan. Menurut pemaparan Sri Hartini, Kepala Museum Sumatra Utara, bahwa dengan teknologi animasi itu, anak-anak banyak yang terpancing.Selain itu pula, disiapkan bagi pengunjung lanjut usia yang kesuliatan naik turun tangga ke ruang koleksi dilantai II dan III, cukup melihat di layar lebar dengan teknologi layar sentuh, seluruh ruangan museum sudah bisa dikunjungi.

Andika, Staf Bimbingan dan Edukasi Museum Negeri Provsu menceritakan dulunya kebanyakan masyarakat terutama anak-anak banyak yang tidak mau datang ke museum ini, dikarenakan bangunan yang angker. Namun, sekarang tidak.

Andika juga menuturkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Thailand untuk mempromosikan budaya mereka ke sini (Medan) dan begitu juga sebaliknya. Juga, diketahui pengunjung museum ini tidak hanya berasal dari wisatawan lokal saja, tetapi wisatawan mancanegara yang juga datang semisal dari Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan China

8. Menara Air Tirtanadi

Menara Air Tirtanadi merupakan salah satu ikon kota Medan. Bangunan ini didirikan pada tahun 1908, oleh pemerintah Belanda, sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat Medan. Namun tidak semua masyarakat medan dapat memanfaatkan menara air tersebut, hanya golongan menengah ke atas saja yang diperkenankan memanfaatkan menara air tersebut sebagai sumber penghasil air untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat golongan menengah kebawah masih menggunakan sumur-sumur untuk memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari.

Selain sebagai pemasok air bagi warga sekitar, menara ini juga sebagai Landmark kota medan di zamannya. Pembangunan menara ini juga tidak lepas dari pembangunan perusahaan air milik pemerintah kolonial Belanda, dengan nama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih, yang berpusat di Amsterdam, Belanda.

Menara Air Tirtanadi sekarang dimiliki oleh PDAM Tirtanadi, letaknya di persimpangan Jl. Sisingamangaraja Menara ini memiliki tinggi 42 meter dan berat mencapai 330 ton. PDAM Tirtanadi juga menyediakan air minum yang dapat langsung diminum oleh masyarakat yang sedang melintas di sekitar kawasan tersebut.

Arsitek Menara Selain gaya arsitek bangunannya yang unik, menara ini juga menyimpan sejarah dari zaman kolonial Belanda, hingga sekarang. Menara air ini telah mengalami beberapa renovasi, dan pergantian kepemilikan.

9. Cemara Asri

Bila menyebut Cemara Asri Medan, orang yang mengerti pasti langsung membayangkan Maha Vihara Maitreya atau yang biasa disebut Vihara Cemara Asri.

Tempat ibadah penganut Buddha ini dibangun pada 1991 dan diresmikan pada 21 Agustus 2008. Sebagai salah satu vihara terbesar di Indonesia, tempat ibadah ini mempunyai daya tarik tersendiri

Bangunan Vihara Cemara Asri yang berada di lahan seluas 4,5 hektare ini tampil dengan ornamen khas Tiongkok pada beberapa bagian. Tentu saja itu menarik untuk dicermati atau menjadi latar belakang pemotretan.

Vihara yang mampu menampung ribuan orang ini, banyak dikunjungi turis lokal maupun yang datang dari kota lain, bahkan turis mancanegara. Para turis bisa masuk ke dalam, tentunya dengan tetap menjaga ketenangan dan kebersihan.

Di bagian dalam, gedung ini terbagi dalam tiga balai dengan kapasitas yang berbeda-beda, di antaranya Baktisala umum dengan kapasitas 1.500 orang, Baktisala Maitreya yang berdaya tampung 2.500 orang, dan balai pertemuan berkapasitas 2.000 orang.

Untuk mempercantik lingkungan, ada Taman Avalokitesvara dan taman bermain anak. Selain itu, pengunjung juga bisa mampir ke toko suvenir untuk membeli pernak-pernik yang bisa menjadi kenang-kenangan.

Vihara yang berada di Kompleks Cemara Asri, Desa Samali, Percut Sei Tuan, ini sebenarnya masuk ke Kabupaten Deli Serdang. Cuma memang tak jauh dari Kota Medan. Lokasinya berada tepat di sebelah danau yang dikelilingi pepohonan dan pada sore hari biasanya menjadi tempat bercengkerama burung-burung bangau.

Konon, ratusan bangau itu menjadikan kerimbunan di sebelah vihara sebagai tempat singgah sebelum migrasi ke tempat lain.

Selepas sore, bila beranjak dari vihara, di boulevard perumahan ini berderet restoran dengan sebagian tempat duduk ditempatkan di bagian luar. Kebanyakan tempat makan itu menyuguhkan menu ikan laut atau olahan Cina.

Tentunya itu bisa menjadi pilihan ketika perut Anda keroncongan. Wisata kuliner pun menutup perjalanan wisata religi di Cemara Asri.

10. Taman Buaya asam Kumbang

Taman Buaya Asam Kumbang merupakan taman penangkaran reptil buaya terbesar di Indonesia.Taman yang memiliki luas dua hektar ini bahkan menjadi taman buaya terbesar di Asia Tenggara.Di sini ada sekitar dua ribu lima ratus buaya dengan berbagai ukuran, termasuk buaya yang telah berumur empat puluh tahun lebih.

Terletak di Jalan Bunga Raya Kecamatan Medan Selayang No.59 Desa Asam Kumbang, lima kilometer dari pusat Kota Medan, Taman Buaya ini berawal dari hobi Lo Tham Muk, warga lokal pada tahun 1959 akan hewan reptil.

Saat ini kebutuhan makan dari buaya-buaya itu menghabiskan setidaknya satu ton bebek atau ayam.Taman ini buka setiap hari dari pukul 09.00 – 18.00 WIB.

11. Kebun Binatang Medan

Kebun Binatang Medan adalah sebuah kebun binatang di Medan, Indonesia. Lokasinya terletak di Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan, sekitar 10 kilometer dari pusat kota ke arah Brastagi.

Kebun binatang yang saat ini merupakan kebun binatang baru yang diresmikan Wali kota Medan, Abdillah, pada 14 April 2005. Sebelumnya Kebun Binatang Medan terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Medan Maimun.

Meskipun baru, kebun binatang di Simalingkar banyak dikritik karena dianggap tidak menyediakan fasilitas yang layak bagi hewan-hewan yang dimilikinya. Suasana yang gersang serta pemberian makanan yang kurang bagi para hewan juga menjadi masalah yang dihadapi kebun binatang ini.

Sekitar 1.000 orang mengunjungi kebun binatang seluas 30 hektare ini setiap akhir minggunya. Pada hari-hari biasa, jumlah pengunjung diperkirakan berjumlah 150 orang setiap harinya.

12. Hairos Water Park


Hairos Waterpark Medan merupakan salah satu wisata kolam renang yang terbesar di Kota Medan. Berbagai wahana yang menarik tersedia untuk memuaskan pengunjung dengan berbagai usia.

Waterpark yang menawarkan nuansa cat warna warni pada wahana permainan serta kolam menambah keceriaan anak-anak. Tanaman serta pohon kelapa menghiasi berbagai sudut kolam untuk menambah keasrian suasana.

Harga Tiket Hairos Waterpark Untuk harga tiket Hairos Waterpark bisa dibeli dengan harga Rp 45.000 per orang untuk Hari Senin hingga Jumat. Sedangkan harga tiket masuk untuk akhir pekan (Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional) pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 65.000 per orang.

Jam Buka Hairos Waterpark Pengunjung bisa mulai datang dari pagi hari. Waterpark dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 18.00 WIB

13. Danau Siombak

objek wisata yang terletak di Kelurahan Payapasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, yaitu Taman Wisata Danau Siombak. Tempat ini, ternyata sering dikunjungi turis-turis dari negara India, Belanda, Inggris dan Perancis serta lainnya.

Alasannya turis sering berkunjung karena melakukan penelitian terhadap Situs Kota China. Karena tempat ini tak jauh dari Situs Kota China dan Museum Situs Kota China

para pengunjung juga bisa merasakan naik bebek air dan speed boad, untuk mengintari Danau Siombak serta melihat pohon Mangrove. Pengunjung hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 15 ribu untuk naik speed boad satu kali putaran danau tersebut dan Rp 25 ribu untuk naik bebek air selama 45 menit.

Selain itu, tempat wisata ini juga menyediakan spot-spot untuk berswafoto. Nah, bagi pengunjung yang suka berswafoto, bisa mengabadikan fotonya di sosial media masing-masing.

Tak hanya itu saja, bagi yang suka memancing. Di Taman Wisata Danau Siombak juga menyediakan kolam pancing, dengan tarif perkilogram Rp 25 ribuan. Kemudian, pengunjung dapat memancing kolam dengan berisikan ikan nila.

Selanjutnya, bagi pengunjung yang membawa anak-anknya, di Taman wisata Danau Siombak juga menyediakan kolam renang untuk anak-anak. akan tetapi kolam renang anak-anak ini hanya dibuka setiap hari Minggu saja atau Weekend.

Taman Wisata Danau Siombak yang berdiri pada bulan Februari 2016 ini, juga memiliki restorannya yang berkonsep masakan tradisional. Oleh sebab itu, pengunjung dapat mencicipi menu favorit seperti Ikan Nila Bakar dengan harga perporsi Rp 30 ribu, Nasi goreng Seafood Rp 25 ribuan perporsi, Kepiting Saus Tiram Rp 40 ribu perporsi, dan Udang Krispi perporsi Rp 30 ribuan.

14. Lapangan Cadika

Taman cadika medan berlokasi di jalan karya wisata, medan johor, tempat ini jarang sepi di sambangi warga kota medan. Selain gratis, banyak fasilitas yang disediakan pemerintah kota, seperti: gazebo, musholla, toilet, taman bermain anak dengan beberapa wahana permainan anak, taman bunga, spot foto, lapangan sepak bola, lapangan skateboard dan danau buatan

Untuk ke lokasi ini, anda membutuhkan waktu lebih kurang 32 menit, atau sekira 12,3 km jauhnya dari pusat kota. Buka setiap hari, mulai pukul enam pagi hingga pukul tujuh malam. Tempat ini juga menyediakan area parkir yang luas. Anda cukup memberikan sumbangan seikhlas hati atas kendaraan anda yang telah dijaga. Sore hari menjadi waktu yang banyak dikunjungi oleh warga

Cadika sendiri merupakan singkatan dari cabang pendidikan kader pramuka. Awalnya tempat ini diperuntukkan bagi rekan-rekan pramuka yang mengadakan acara perkemahan di Medan. Perjusami (perkemahan jum’at sabtu minggu), dan persami (perkemahan sabtu minggu), menjadi event langganan yang diadakan oleh rekan-rekan kepramukaan.

Beranjak waktu, hingga kini taman cadika mengalami banyak perubahan. Dekorasi taman yang apik menjadi magnet tersendiri bagi lokasi ini menjaring banyak pengunjung. Aneka jajanan dengan harga yang sangat terjangkau dapat anda temui langsung saat masuk kedalamnya. Tak ayal banyak warga yang mengajak keluarga kesini. Terdapat dua jembatan yang menghubungkan satu lokasi ke lokasi lain. Jembatan ini kerap dijadikan spot foto oleh pengunjung. Ada juga warga yang memancing di danau buatan itu. Beberapa titik di taman ini terlihat masih dalam renovasi

15. Rahmat International Wildlife Museum and Gallery

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery adalah museum yang diilhami oleh Dr. H Rahmatsyah yang memiliki kecintaan pada alam dan niatnya mencegah kepunahan hewan langka. Museum yang terletak di Kelurahan Petisah Hulu, Medan Barat, Medan ini memiliki konsep pendirian yang sama dengan Safari Club International (SCI) yaitu ” Konservasi dengan pemanfaatan”. Dan museum ini diresmikan pada tanggal 14 Mei 1999 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Juwono Sudarsono

Koleksi



Untuk koleksi yang dikumpulkan diperoleh dari perburuan legal atau binatang yang mati di kebun binatang, pemberian teman maupun pembelian secara legal dari berbagai negara. Jumlah koleksi di museum ini sekitar 500 satwa. Yang disajikan dalam tema-tema khusus sesuai dengan jenis binatang dan habitatnya. Untuk temanya, diantaranya:

African Big Five, tema yang menampilkan lima mamalia terbesar yaitu gajah, badak putih, singa, banteng dan macan tutul Birds Kingdom menampilkan berbagai jenis burung Bear Room menampilkan berbagai jenis beruang, daerah tropis maupun Antartika Mountain of Goats Night Safari, tampilan yang disuguhkan berupa kehidupan berbagai jenis kambing di malam hari Indonesian Species African Room

Sarana



Saat kita mengunjungi suatu tempat seperti Museum ini pastinya ingin tahu sarana apa aja yang ada di sana

Kids Corner (ruangan khusus anak-anak) Perpustakaan Kafe Toilet..

Berikut adalah beberapa lokasi wisata sekitaran medan yang wajib di kunjungi.



Ingin mengunjungi tempat wisata alam ?

Ini lokasi wisata yang terpopuler dan direkomendasikan yang wajib di kunjungi :

1. Danau Linting

Banyak dari kita yang mungkin telah mengetahui bahwa Sumatra Utara ternyata tidak hanya memiliki Danau Toba yang terkenal sebagai danau vulkanik yang terbesar di dunia, namun Sumatra Utara ternyata juga menyimpan banyak lokasi-lokasi wisata yang mempesona selain Danau Toba dan tentunya patut untuk Anda jelajahi. Selain Danau Toba, danau lain yang terdapat di pulau Sumatra yang dapat menjadi tujuan wisata Anda adalah Danau Linting. Danau Linting merupakan pesona wisata di Sumatra Utara yang terletak di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu, Deliserdang.

Lokasi danau yang dikelilingi oleh pepohonan yang relatif besar, menjadikan tempat ini semakin indah pemandangannya. Danau inipun tak terlepas dari cerita mistis atau legenda. Jadi bagi Anda yang berkunjung Danau Linting harus mematuhi aturan-aturan masyarakat dan etika di sekitar danau tersebut. Selain itu jika Anda ingin mandi di lokasi ini harus benar benar waspada karena kedalaman danau ini belum ada yang dapat mengukurnya. Oleh karena itu, Anda dilarang mandi sampai ke tengah danau. Pernah beberapa waktu lalu, seorang peneliti asing mengukur kedalaman danau dengan cara manual. Dia sudah menghabiskan tiga gulung benang sepanjang 100 meter belum kunjung menyentuh dasar danau. Masyarakat sekitar menduga, Danau Linting berbentuk seperti sumur yang sangat dalam.

Untuk menuju ke Danau Linting ini Anda bisa menggunakan angkutan umum dari terminal Amplas Medan dengan biaya sekitar Rp20.000/orang atau menggunakan kendaraan pribadi dan ditempuh sekitar dua jam dari Medan. Sepanjang perjalan menuju Danau Linting ini Anda akan menikmati pemandangan sejuk dari perkebunan kelapa sawit, kako serta karet yang terhampar indah di kiri dan kanan jalan. Setelah sampai di kawasan Danau Linting, pintu masuk danau ini dijaga dan Anda akan dikenakan tarif Rp5.000/orang untuk menikmati kawasan wisata ini. Anda tidak akan rugi jika berkunjung di Danau Linting ini, karena ketika memasuki kawasan Danau Linting ANda akan langsung disuguhi oleh indahnya pemandangan danau dan pepohonan yang memberikan hawa sejuk di sekitarnya yang akan menghilangkan rasa lelah ketika perjalanan.

Mungkin banyak dari Anda yang belum tahu mengenai Danau Linting dan danau ini memang belum banyak dikenal layaknya Danau Toba. Tetapi keindahan alam Danau Linting ini patut untuk dinikmati oleh Anda apalagi jika Anda adalah pencinta keindahan alam. Keunikan lain di danau ini adalah Danau Linting tersebut berair panas dan tidak berbau belerang. Tetapi air di Danau Linting jika dicicipi masih terasa belerangnya. Keindahan alam lain yang dapat Anda rasakan di tempat ini adalah di tepian danau ini terdapat pohon-pohon beringin yang besar dan kecil yang membuat sekitar danau terasa sejuk untuk berkumpul bersama keluarga.

Anda dapat berendam di tepi danau dan merasakan relaksasi air panas sekitar 30 derajat celcius. Bagi Anda yang ingin bersantai di sekitar danau tidak perlu khawatir jika Anda juga ingin menikmati aneka jajanan, karena masyarakat setempat juga menjajakan makanan dan minuman ringan dengan harga terjangkau, mereka juga dengan ramah menawarkan tikar yang dapat Anda sewa dengan harga sekitar Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Cukup terjangkau bukan? Tidak ada salahnya jika Anda menikmati keindahan alam Danau Linting ini bersama orang-orang tersayang untuk menghabiskan liburan

2. Kawah Putih Dolok Tinggi Raja

Cagar alam seluas 167 hektare itu berada di Desa Dolok Merawa, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Dari luas seluruhnya, 4 hektare menjadi lokasi utama mata air panas bercampur belerang. Sumber air panas ini dikelilingi endapan travertin atau batu kapur yang berada di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut.

“Bukan hanya Kawah Putih yang ada di sana, tapi juga keanekaragaman hayati atau potensi alam lainnya yang masih natural.Harusnya orang dilarang sembarangan memasuki Tinggi Raja karena statusnya sebagai cagar alam. Larangan ini mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Meski begitu, tetap saja banyak pengunjung yang datang

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhirnya mengubah status sebagian kawasan cagar alam itu menjadi taman wisata alam atau TWA pada September 2018. Kawasan yang berubah status menjadi taman wisata alam seluas 60,94 hektare atau 36,5 persen dari total luas Cagar Alam Dolok Tinggi Raja.

Dengan begitu, kawasan taman wisata alam Dolok Tinggi Raja mencakup Kawah Putih, Sungai Bah Balaklak dan air terjunnya, serta Danau Lapparan. Danau Lapparan terletak 2 kilometer sebelah barat Kawah Putih di tengah hutan dan belukar. Air danau bersuhu hangat karena mendapat kiriman air panas Kawah Putih lewat bawah tanah. Meski airnya hangat, biota air seperti ikan dan alga hidup di dalamnya. Sebagian area Sungai Bah Balaklak juga berair hangat.

Dari situ sudah terlihat pesona apa saja yang bisa dinikmati pengunjung di dalam kawasan taman wisata alam Dolok Tinggi Raja. “Jadi, sebenarnya pengunjung bebas berwisata di area taman wisata alamnya, bukan di dalam kawasan cagar alamnya

Sebagai cagar alam maupun taman wisata alam, panorama Dolok Tinggi Raja mencakup unsur geologis, estetika, dan botani. Selain ketiga unsur ini, Dolok Tinggi Raja juga dikenal lewat cerita legenda yang turun-temurun. Seluruh unsur ini sejatinya tetap bisa dinikmati pengunjung walau sedang berada di area taman wisata alam.

Pada daerah dekat sumber air panas dan bekas endapan kapur, tumbuhan yang mampu hidup ialah kelompok ficus, jambu-jambuan, pandan, araucaria (salah satu tanaman konifer alias daun jarum yang sering salah kaprah disebut pinus). Ada pula pohon bambu, pakis dan paku, jenis anggrek, serta tumbuhan merambat lain seperti kantung semar (Nephentes sp), liana, dan hoya sp. Kantong semar banyak tumbuh di tepian Danau Lapparan.

Sedangkan tumbuhan yang hidup di atas endapan kapur gampang tumbang karena humus yang tipis pada lapisan atas saja sehingga perakaran tidak sampai ke dalam tanah sebab bawahnya merupakan tanah kapur. Selain beragam flora, cagar alam Dolok Tinggi Raja juga menjadi habitat siamang (Symphalangus syndactylus), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kambing hutan Sumatera (Capricornis sumatrensis), kancil (Tragulus kanchi), kijang, dan macan dahan (Neofelis nebulosa diardi).

Berdasarkan hasil penelitian tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI pada akhir September 2003, diketahui di dalam Cagar Alam Dolok Tinggi Raja terdapat sekitar 70 jenis anggrek, ratusan jenis tumbuhan di bawah, puluhan jenis liana, dan puluhan jenis pohon besar. Bunga bangkai atau Amorphophallus pun pernah ditemukan mekar di sana.

3. Air Terjun Sipiso piso

Air Terjun Sipisopiso atau Sipiso-piso adalah sebuah air terjun yang berada di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Air Terjun Sipisopiso memiliki ketinggian hingga 120 meter dan mengucur deras membentuk garis vertikal sempurna. Sehingga Air Terjun Sipisopiso masuk dalam air terjun tipe Plunge. Air Terjun Sipisopiso berada di bibir kaldera raksasa Danau Toba serta terbentuk pada aliran Sungai Pajanabolon yang merupakan salah satu sungai menyuplai air ke Danau Toba. Air Terjun Sipisopiso berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan air laut. Nama Sipisopiso diambil dari nama sebuah Gunung yang berada tepat di timur laut Air Terjun Sipisopiso. Gunung yang juga disebut Dolok Sipisopiso ini memiliki ketinggian sekitar 1.860 meter di atas permukaan air laut

4. Danau Toba

Danau Toba adalah lokasi letusan gunung berapi super masif berkekuatan VEI 8 sekitar 69.000 sampai 77.000 tahun yang lalu yang memicu perubahan iklim global. Metode penanggalan terkini menetapkan bahwa 74.000 tahun yang lalu lebih akurat.Letusan ini merupakan letusan eksplosif terbesar di Bumi dalam kurun 25 juta tahun terakhir. Menurut teori bencana Toba, letusan ini berdampak besar bagi populasi manusia di seluruh dunia, dampak letusan menewaskan sebagian besar manusia yang hidup waktu itu dan diyakini menyebabkan penyusutan populasi di Afrika timur tengah dan India sehingga memengaruhi genetika populasi manusia di seluruh dunia sampai sekarang.

Para ilmuwan sepakat bahwa letusan Toba memicu musim dingin vulkanik yang menyebabkan jatuhnya suhu dunia antara 3 hingga 5 °C (5,4 hingga 9,0 °F), dan hingga 15 °C (27 °F) di daerah lintang atas. Penelitian lanjutan di Danau Malawi, Afrika Tengah, menemukan endapan debu letusan Toba, tetapi tidak menemukan bukti perubahan iklim besar di Afrika Timur.

Ada juga tempat wisata yang terkenal yaitu wisata air hangat tepatnya di bawah kaki gunung pusuk buhit, air rangat itu adalah air hangat yang berasal dari gunung yang meletus dan Pusuk Buhit sendiri adalah sebuah gunung aktif yang sangat disakralkan oleh etnis Batak sehingga beragam cerita mistis pun terdapat di gunung ini. Gunung ini terletak di Pulau Samosir, dan merupakan puncak tertinggi dari semua dataran tinggi di Pulau Samosir. Dengan ketinggian sekitar 1.077 meter dari Danau Toba, gunung ini terlihat berdiri dengan gagahnya. Sehingga apabila Anda sedang berada di sekitar perairan Danau Toba, maka Gunung Pusuk Buhit ini akan terlihat sangat jelas sekali dengan puncaknya yang berwarna hijau dengan kombinasi warna abu-abu dan ditutupi oleh awan di sekitarnya. Lalu ketika kita berenang di air hangat itu tidak membayar uang masuk, tinggal masuk saja tapi setelah kita selesai mandi atau selesai berenang kita diharuskan makan di tempat permandian air hangat.

Geologi


Kompleks kaldera Toba di Sumatra Utara merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan. Kaldera Toba merupakan kaldera dengan letusan terbaru dari zaman kuarter dengan ukuran panjang 100 km dan lebar 30 km serta merupakan kaldera termuda keempat di dunia. Diperkirakan terdapat 2.800 km3 material piroklastik dense-rock equivalent (DRE) yang dikenal sebagai tuff termuda Toba (Youngest Toba Tuff, YTT) dan dikeluarkan lewat sebuah letusan yang menjadi salah satu letusan gunung api terbesar dalam sejarah geologi terkini Bumi. Dua buah setengah kubah resurgent muncul setelah letusan yang kini menjadi Pulau Samosir dan Blok Uluan, dipisahkan oleh sebuah graben membujur yang menjadi Selat Latung.

Setidaknya terdapat empat kerucut vulkanik, empat gunung api strato, dan tiga kawah yang dapat diamati di dan di sekitar Danau Toba. Salah satu kerucut yaitu Kerucut Tanduk benua terletak di sisi barat laut kaldera dan hanya ditumbuhi oleh vegetasi berkepadatan rendah yang menunjukkan bahwa peristiwa pembentukannya relatif baru. Di sebelah barat danau, terdapat Dolok Pusubukit masih aktif mengeluarkan solfatara.

Kerusakan lingkungan


Pada bulan Mei 2012, Pemkab Samosir menerbitkan surat keputusan (SK) Bupati Samosir No. 89 tanggal 1 Mei 2012 tentang Pemberian Izin Lokasi Usaha Perkebunan Hortikultura dan Peternakan seluas 800 hektare di Hutan Tele, di Desa Partungkot Nagijang dan Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara kepada PT Gorga Duma Sari (GDS) yang dimiliki seorang anggota DPRD Kabupaten Samosir, Jonni Sitohang.Kemudian dilanjutkan dengan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) yang diberikan oleh Kepala Dinas Provinsi Sumatra Utara melalui SK Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir Nomor 005 Tahun 2013.Ketua Pengurus Forum Peduli Samosir Nauli (Pesona), Rohani Manalu menyatakan bahwa izin yang didapatkan ini membuat PT GDS melakukan penebangan atas kayu-kayu alam di dalam hutan tanpa memiliki AMDAL.Rohani juga menyatakan bahwa akibat lain adalah terjadinya longsor dan banjir yang menimbulkan korban jiwa.

Akibat penebangan hutan Tele, lumpur hasil erosi di atas tanah bekas penebangan tersebut telah menyebabkan pendangkalan sungai-sungai di sekitar Danau Toba.

Program penanaman sejuta pohon yang digerakkan pemerintah Provinsi Sumatra Utara pun dikatakan tidak efektif karena banyak pohon yang mati karena tidak dirawat. Hal ini menyebabkan tiga aktivis lingkungan Sumatra Utara, Marandus Sirait, Hasoloan Manik (Kalpataru), dan Wilmar Eliaser Simandjorang (Satya Lencana Karya Satya, Toba Award, Wana Lestari) mengembalikan semua piagam penghargaan yang pernah diberikan pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Kementerian Kehutanan, dan Istana Negara.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya telah melayangkan dua surat rekomendasi agar Bupati Samosir Mangindar Simbolon sebagai pemberi izin usaha dan penanggung jawab agar memberikan sanksi administratif berupa penutupan aktivitas usaha.Setelah surat pertama tidak digubris, Bupati Samosir menjawab surat kedua dengan menyatakan bahwa perusahaan tidak melanggar sehingga tidak layak ditutup.Karena Bupati tidak melaksanakan rekomendasi, Kementerian Lingkungan Hidup pun memberlakukan Pengambil Alihan Wewenang (Second Line Enforcement) dan menutup sementara aktivitas PT GDS. Setelah Kementerian Lingkungan Hidup turun langsung ke lokasi berdasarkan temuan bahwa keputusan tidak digubris, lalu Pemkab menyurati PT GDS untuk menaati surat keputusan. PT GDS pun menghentikan semua kegiatan operasional dan menarik alat-alat berat di kawasan tersebut berdasarkan pengakuan Direktur GDS Jonni Sitohang.

Penduduk


Kano Batak di dekat Haranggaol di Danau Toba (sekitar tahun 1920). Sebagian besar penduduk yang tinggal di sekitar Danau Toba adalah suku Batak. Rumah tradisional Batak dapat dikenali dari bentuk atapnya (ujungnya melengkung ke atas seperti perahu) dan warna cerah.

Penduduk sekitar juga banyak menggantungkan hidup dengan mengembangkan perikanan air tawar. Dulu, wajah desa Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison yang dikenal sebagai tujuan wisata di Simalungun menjadi sentra ikan air tawar. Di sana, menurut sebuah laporan, belasan truk yang mengangkut puluhan ton ikan mas dan nila mondar-mandir di jalan desa.

Flora dan fauna


Flora di danau ini meliputi berbagai jenis fitoplankton, makrofita kecil, makrofita mengambang, dan makrofita terbenam, sedangkan daratan sekitarnya ditutupi hutan hujan, termasuk jenis hutan pinus tropis Sumatra di daerah pegunungan yang lebih tinggi.

Fauna di danau ini meliputi beberapa spesies zooplankton dan hewan bentos. Karena danau ini oligotrof (tidak kaya nutrien), ikan aslinya tergolong langka. Hanya ada dua ikan endemik di danau ini, yaitu Rasbora tobana (bisa disebut hampir endemik karena juga ditemukan di sungai-sungai yang bermuara di danau ini) dan Neolissochilus thienemanni, biasa disebut ikan Batak.Spesies yang disebutkan terakhir itu terancam oleh deforestasi (penyebab siltasi), polusi, perubahan ketinggian air, dan spesies ikan baru yang didatangkan ke danau ini.Spesies ikan asli lainnya adalah Aplocheilus panchax, Nemacheilus pfeifferae, Homaloptera gymnogaster, Channa gachua, Channa striata, Clarias batrachus, Barbonymus gonionotus, Barbonymus schwanenfeldii, Danio albolineatus, Osteochilus vittatus, Puntius binotatus, Rasbora jacobsoni, Tor tambra, Betta imbellis, Betta taeniata, dan Monopterus albus. Spesies ikan pendatang meliputi Anabas testudineus, Oreochromis mossambicus, Oreochromis niloticus, Ctenopharyngodon idella, Cyprinus carpio, Osphronemus goramy, Trichogaster pectoralis, Trichopodus trichopterus, Poecilia reticulata, dan Xiphophorus hellerii

5. Aek Sijornih

Aek Sijorni adalah tempat wisata alam yang berada di Kelurahan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan Sumatra Utara, lebih kurang 30 km dari kota Padang Sidempuan ke arah Mandailing Natal. Tempat wisata Aek Sijorni berupa Air Terjun bertingkat dengan air yang selalu Jernih karena aliran sungai yang melewati batu cadas dan tidak mengandung lumpur, di kelilingi banyak pohon Kelapa. Memasuki kewasan ini harus melalui Jembatan gantung Sungai Sayur Matinggi. Tempat ini sangat ramai pada hari libur, terutama saat hari lebaran.

6. Green Hill Sibolangit

Berlokasi di Desa Sukamakmur Sibolangit, deliserdang, Hillpark Sibolangit merupakan taman rekreasi yang memiliki banyak wahana permainan . sangat mirip dengan wisata dunia fantasi di Jakarta . Hillpark Sibolangit adalah salah satu taman permainan yang terbesar di Sumatera dengan luas sekitar 20 hektar . sesuai dengan namanya, Hillpark Sibolangit berada di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian sekitar 550 m di atas permukaan laut sehingga memiliki udara yang lumayan sejuk . lokasinya berada sangat dekat dengan lokasi wisata Berastagi . karena itu, banyak wisatawan yang berkunjung ke Berastagi pasti singgah di Hillpark atau sebaliknya.

7. Bumi Perkemahan Sibolangit

Bagi pecinta alam dan menggemari kegiatan kemping atau berkemah di alam terbuka.Di Sumatera Utara, terdapat sejumlah kawasan yang paling diminati.

Salah satunya Bumi Perkemahan Sibolangit di Berastagi menjadi tempat wisata bagi traveler yang menyukai tantangan hidup di alam.

Berkemah di tengah alam, diselimuti angin sejuk Berastagi, dan pemandangan bukit serta pohon pinus menjadi momen yang tidak terlupakan.

Kawasan tersebut sudah dibuka untuk umum bagi wisatawan atau pengunjung.

Pasalnya Bumi Perkemahan Sibolangit memiliki lapangan yang berbukit–bukit dan berada di kaki Gunung Sibayak dengan udara yang sejuk.

Wisatawan yang kekurangan tenda juga bisa menyewa dari penjaga Perkemahan Sibolangit, hanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu tergantung besarnya.wisatawan juga hanya dipungut retribusi uang kebersihan sebesar Rp 5 ribu oleh penjaga

Untuk mencapai ke sana, wisatawan bisa menumpangi bus jurusan Kabanjahe seperti Sinabung Jaya, Sumatera Transport dan Borneo dengan biaya atau ongkos Rp 13 ribu.jika ingin kendaraan private,ada pilihan jasa rental mobil, seperti Medan88 Rent car.di jasa rental mobil ini jika anda menyewa avanza sekelasnya sekitar Rp 400.000 /hari termasuk supir.Jarak dari Medan ke Sibolangit hanya sekitar 1 jam lebih

Atau wisatawan juga bisa mengendarai sepeda motor dan singgah di beberapa objek wisata sekitar Sibolangit.

Sekitar 10 kilometer dari Perkemahan Sibolangit anda juga bisa menyambangi Tibrena, kawasan taman dan restoran terapung yang menawarkan wisata kemping atau berkemah di taman hutan buatannya

Hutan tersebut berada di sebuah desa yang hanya memiliki 3 kepala keluarga.

Untuk menuju ke sana, traveler harus melewati jalan batu balok, bebatuan, hingga tanah.

Sesampainya di desa, traveler bisa menitipkan sepeda motor di rumah warga, dan berjalan sekitar 300 meter ke dalam hutan.

Di sana, wisatawan akan melewati pepohonan tinggi besar, semak-semak hingga sedikit tanjakan dengan jurang di bawahnya.

Di sana juga ada lahan datar yang sering dimanfaatkan berkemah sambil menikmati pemandangan Air Terjun Sampuran Putih yang berada sekitar 10 meter dari lahan kemah.

Berjarak sekitar 50 km dari Medan dengan waktu sekitar lebih kurang 2 jam via Patumbak atau via Bandar Baru, atau 45 menit dari kecamatan Sibolangit.

Dapat ditempuh dengan berkendara pribadi, baik mobil atau motor dengan melewati kurang lebih 3 desa dengan kondisi jalan menuju kesana sudah cukup baik.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum naik angkutan dari Simpang Bukum, Bandar Baru ke jurusan Desa Suka Maju dengan waktu kurang lebih setengah jam.

Setelah tiba di Desa Cinta Rakyat, wisatawan bisa berhenti dan berjalan kaki menuju Sampuran Putih dan sekitar 2 kilometer juga bisa ke Desa Negeri Suah.

Karena angkutan tidak bisa lewat, mengingat akses menuju Negeri Suah sangat kecil dan belum beraspal alias tanah yang licin.

Selain Tibrena, anda juga bisa memilih lokasi berkemah di sekitaran Sungai Dua Rasa di Desa Negeri Suah, Bandar Baru

Sekitaran sungai ini ada lahan tanah datar yang biasa dimanfaatkan wisatawan untuk berkemah.

Menawarkan sensasi berbeda dari sungai lainnya, wisatawan dapat merasakan air panas dan dingin di waktu bersamaan.

Menakjubkan, bukan?

Sesuai rasanya, sungai ini disebut dua rasa oleh penduduk dan dua suhu oleh wisatawan.

Satu bagian bersuhu panas dan satunya lagi bersuhu dingin walau berada di satu sungai.

Keunikan sungai ini memang lumayan aneh, meski pada akhirnya kedua mata air membentuk satu aliran sungai tetapi keduanya seolah membuat tapal batas sehingga sisi kiri dan sisi kanan sungai memiliki dua suhu.

Jadi bisa lebih puas mandi dan mendapatkan air bersih saat berkemah.

Tiga lokasi kemping ini cocok untuk anda para backpacker, karena hanya dengan modal biaya transportasi bus atau sepeda motor bisa berlibur hingga menikmati alam indah di sekitaran Berastagi yang memiliki banyak destinasi wisata

8. Tangkahan

Kawasan Tangkahan di Langkat dikenal akan pesona wisata alamnya yang memikat. Berlokasi di tengah hutan tropis Sumatera Utara, tidak sedikit wisatawan yang rela datang jauh-jauh demi melihat keindahan Tangkahan dari dekat.

Punya julukan surga tersembunyi di Tanah Sumatera, destinasi wisata ini menawarkan pesona hutan tropis yang masih asri.

Mengusung konsep ekowisata, letak dari Tangkahan ini masih berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser.

Kawasan wisata Tangkahan ini memiliki luas wilayah kurang lebih 17.000 hektar.

Untuk mencapai lokasi wisata Tangkahan ini, Anda hanya bisa melakukan perjalanan melalui jalur darat.

Dibutuhkan waktu 3 sampai dengan 4 jam dari Medan untuk sampai di kawasan wisata Tangkahan ini.Tiba di Tangkahan, Anda bisa menikmati suasana hutan tropis yang menenangkan.

Belum lagi, di Tangkahan Anda juga bisa berjumpa dengan gajah-gajah penghuni kawasan hutan tropis Tangkahan.

Selain itu wisatawan dapat menikmati fasilitas wisata menarik lainnya seperti tubing menyusuri sungai

Tak perlu khawatir, karena di Tangkahan ini juga terdapat banyak penginapan yang nyaman untuk Anda bermalam.

Umumnya penginapan di Tangkahan ini bangunannya bergaya etnik dan terbuat dari kayu-kayu

9. Danau Lau Kawar

Sumatera Utara terkenal dengan Danau Toba. Tapi selain itu, ada pula Danau Lau Kawar yang tak kalah cantik.

Danau Lau Kawar ada di kaki Gunung Sinabung, sekitar 30 km dari Kota Medan. Tepatnya, di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Danau ini menampilkan keindahan yang memanjakan mata, namun pasca letusan Gunung Sinabung turisnya memang tidak seramai dulu.

Sepanjang perjalanan menuju danau anda akan menikmati keindahan kawasan Gunung Sinabung. Sesampainya di tujuan, terlihatlah Danau Lau Kawar dengan air berwarna kehijauan.

Suasana yang sejuk begitu terasa. Sekadar duduk di tepian danau sambil menikmati pemandangan perbukitan hijau dan Gunung Sinabung pun cukup menyenangkan. Apalagi danaunya bersih dari sampah. Kalau mau kemping pun tersedia area mendirikan tenda yang cukup luas.

10. Gunung Sibayak

Gunung Sibayak adalah sebuah gunung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Orang suku Karo menyebut gunung Sibayak dengan sebutuan “gunung Raja”. Gunung Sibayak merupakan gunung berapi dan meletus terakhir tahun 1881. Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat daya Kota Medan. Sekarang Gunung Sibayak banyak dikunjungi karena akses menuju gunung sibayak banyak mulai Sibayak 1 dan Sibayak 2. Setiap 17 Agustus di Gunung Sibayak diadakan upacara rutin serta lomba panjat pinang seluruh pencinta alam dari berbagai macam dan berbagai penjuru.

11. Air Terjun Dua Warna Sibolangit

Air Terjun Dua Warna terletak di Kecamatan Sibolangit, Sumatera Utara. Airnya berasal dari Gunung Sibayak. Ketinggian Air Terjun Dua Warna berada pada 1270 meter dpl. Kenapa dikatakan Air Terjun Dua Warna? Jawabannya adalah karena air terjun indah ini memang memiliki dua gradasi warna yang berbeda. Air yang tertampung dari pancurannya di bawah berwarna putih keabu-abuan sementara air terjun yang tumpah riuh dari atas berwarna biru muda. Anda akan semakin terkagum-kagum sebab di lokasi Air terjun Dua Warna, tidak hanya terdapat satu air terjun saja, melainkan tiga. Sungguh luar biasa keajaiban Sang Pencipta! Wisatawan dari ras Tionghoa juga kerap menyambangi tempat ini. Mereka meyakini bahwa Air Terjun Dua Warna akan memberi keberuntungan bagi mereka.

Keindahan Air Terjun Dua Warna Sumatera Utara Secara ilmiah, perbedaan warna ini disebabkan oleh airnya yang mengandung fosfor dan belerang. Dengan demikian, saat Anda tengah bermain-main di sini, Anda tidak diperkenankan untuk meminum airnya. Selain warna, suhu air terjun ini pun sangat unik. Suhu dingin pada air yang berwarna biru, dan suhu hangat pada air berwarna putih keabu-abuan. Selain menghabiskan waktu bermain-main dengan percikan air, Anda juga dapat melakukan aktivitas lainnya sembari tetap menikmati pesona alam air terjun, seperti berenang dan bersantai menghangatkan tubuh sambil menyalakan api unggun. Momen abadi ini ini juga dapat Anda bingkai dalam foto-foto sebagai dokumentasi liburan Anda. Masih terasa kurang? Anda dapat mendirikan kemah untuk bermalam. Tentunya, akan membawa Anda menyatu dengan aura alam sekitar.

Anda akan memasuki kawasan hutan untuk menuju Air Terjun Dua Warna. Perjalanan yang akan Anda alami akan sangat menguji adrenalin Anda. Di lain hal, suasana asri dan udara menyegarkan akan menyambut kedatangan Anda. Apalagi, area dalam hutan cukup terawat. Ini membuktikan bahwa masyarakat sekitar dan para wisatawan saling menjaga kebersihan hutan.

Lokasi


Air Terjun Dua Warna terletak di Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Air terjun ini berada persis di area kaki Gunung Sibayak. Jika Anda mendarat di Kota Medan, jarak yang harus ditempuh menuju Sibolangit adalah sekitar 75 km. Lokasi dari pusat kecamatan menuju Air Terjun Dua Warna masih cukup jauh. Dalam kondisi perjalanan ideal akan memakan waktu lebih kurang 3 jam. Bagi Anda yang sama sekali belum pernah berkunjung, sebaiknya meminta jasa pemandu wisata (tour guide) untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk seperti kehilangan arah atau tersesat.

Akses


Bus antar kota jurusan Kabanjahe dari Medan dapat menjadi pilihan Anda untuk menuju Bumi Perkemahan Sibolangit Kabupaten Karo. Akan lebih nyaman lagi jika Anda menggunakan mobil pribadi atau mobil rental. Setibanya di Bumi Perkemahan, Anda harus bersiap untuk penjelajahan selanjutnya. Meskipun akses untuk masuk ke air terjun ini cukup jelas dan sudah banyak orang yang mengunjunginya, tetap saja Anda harus menyimpan tenaga ekstra mulai dari perjalanan menuju ke Air Terjun Dua Warna hingga perjalanan pulang. Kenapa demikian? Sebab Anda harus melewati hutan lebat terlebih dahulu dengan waktu sekitar 2 hingga 3 jam. Meskipun melewati hutan lebat, Anda tidak perlu khawatir, karena di sepanjang jalan Anda akan dibantu dengan petunjuk-petunjuk arah yang sengaja diperuntukkan bagi para wisatawan demi mempermudah perjalanan Anda. Jiwa petualangan Anda semakin diasah dengan jalur yang menantang, seperti tanjakan, arah menurun, juga sampai melintasi beberapa sungai kecil di dalam hutan. Seru sekali. Seluruh tenaga Anda yang terkuras akan terbayar setibanya di objek wisata Air Terjun Dua Warna. Keindahan dan sejuknya air terjun ini akan memanjakan hasrat wisata Anda.

Harga Tiket


Anda akan diminta mengeluarkan nominal senilai Rp 25.000,- saat hendak memasuki kawasan air terjun. Lebih tepatnya disebut sebagai biaya retribusi untuk perawatan sekitar lokasi objek wisata. Selain itu, mengingat jalur masuknya yang menyerupai arena petualangan di dalam hutan, Anda dapat meminta jasa pemandu wisata lokal dengan tarif Rp. 100.000,- hingga Rp. 300.000,-. Harga pemandu wisata dapat dipertimbangkan sesuai jumlah rombongan Anda.

Fasilitas Dan Akomodasi


Posisinya yang berada di dalam hutan tentu dapat dimaklumi apabila objek wisata yang satu ini tidak memiliki banyak fasilitas umum. Maka dari itu, pastikan Anda sudah mempersiapkan segala barang kebutuhan yang akan Anda bawa. Terlebih lagi, jika Anda memilih untuk berkemah dan bermalam di sini.

12. Bukit Lawang

Bukit Lawang adalah nama tempat wisata di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 80 km di sebelah barat laut kota Medan. Bukit Lawang termasuk dalam lingkup Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan daerah konservasi terhadap mawas orang utan.

Pada tanggal 2 November 2003, Bukit Lawang dilanda tragedi banjir bandang yang menyebabkan ratusan rumah penduduk serta wisma-wisma penginapan di tepian Sungai Bahorok hancur lebur. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan menurunnya industri pariwisata di Bukit Lawang

13. Pulau Samosir

Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatra Utara. Sebuah pulau dalam pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut menjadikan pulau ini menjadi sebuah pulau yang menarik perhatian para turis.

Tuktuk adalah pusat konsentrasi turis di Pulau Samosir. Dari Parapat, Tuktuk dapat dihubungkan dengan feri penyeberangan. Selain perhubungan air, Pulau Samosir juga dapat dicapai lewat jalan darat melalui Pangururan yang menjadi tempat di mana Pulau Samosir dan Pulau Sumatra berhubungan.

Pulau Samosir sendiri terletak dalam wilayah Kabupaten Samosir yang baru dimekarkan pada tahun 2003 dari bekas Kabupaten Toba-Samosir.

Di pulau ini juga terdapat dua buah danau kecil sebagai daerah wisata yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang yang mendapat julukan “danau di atas danau”

14. Kota Parapat Danau Toba

Parapat (disebut pula Prapat), adalah sebuah kelurahan di kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Di Kelurahan ini merupakan salah satu akses menuju ke Danau Toba berjarak sekitar 48 km dari Kota Pematangsiantar. Parapat menjadi salah satu titik persinggahan penting dari Jalan Raya Lintas Sumatra bagian barat yang menghubungkan Medan dengan Padang.

Pelabuhan


Pelabuhan Parapat
Dari Parapat sendiri ada pelabuhan feri yang melayani perhubungan air ke Pulau Samosir tepatnya ke pelabuhan Ajibata. Bila tidak melalui Parapat, maka untuk mencapai Pulau Samosir lewat perhubungan darat seseorang harus mengitari tepian Danau Toba sampai ke Pangururan karena di sanalah Pulau Samosir berhubungan dengan daratan Pulau Sumatra.

Parapat sangat terkenal dengan keindahan danau tobanya. Kota ini menjadi objek wisata terkenal di Sumatra Utara. Bahkan, di era 1990-an, tepatnya sebelum tahun 1997, kota ini menjadi destinasi favorit para turis-turis luar negeri, terutama berasal dari Belanda, Malaysia, Singapura, Jerman, Jepang, Korea, bahkan ada juga yang berasal dari Amerika. Namun, pada tahun 1997, terjadi gejolak krisis moneter yang membuat para turis menjadi enggan berwisata ke tempat ini. Meski demikian, masyarakat Parapat dan pemerintah berjuang untuk memajukan pariwisata Parapat.

Bila berkunjung ke Parapat, kita akan menemukan beberapa tempat yang bisa kita kunjungi. Rumah pengasingan mantan Presiden RI yang pertama, Soekarno, ada di Parapat meski tidak banyak orang yang tahu keberadaannya. Ada juga beberapa kawasan tertentu dimana kita bisa berenang menikmati sejuknya air danau Toba, seperti di daerah Pantai Kasih, Pantai Ujung, batu gantung dan beberapa kawasan lain disekitarnya. Sebagai informasi, masyarakat Parapat menyebut Pantai atau Pante untuk daerah yang memiliki pasir putih (dulunya;karena sekarang nyaris sulit menemukan pantai dengan pasir putih dipinggirannya). Selain berenang, Anda juga bisa menyewa speedboat atau sepeda air untuk menikmati pemandangan di sekitar danau Toba, Parapat.

Untuk membeli oleh-oleh khas Parapat, Anda bisa membeli mangga dan kacang garing yang dimasak dengan menggunakan pasir. Jangan lupa juga mengunjungi beberapa kios suvenir yang menjual kerajinan-kerajinan khas suku Batak maupun khas danau Toba, yang terletak di sekitar Jalan Haranggaol dan dekat kawasan pantai yang disebut di atas.

15. Bukit Gundaling Berastagi

Bukit gundaling ditunggui oleh pohon kayu dan bunga-bungaan yang sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda yang merupakan tempat rekreasi bagi remaja , keluarga rumah para wisatawan mancanegara dan Nusantara . dari Berastagi ke bukit gundaling berjarak 2 km dan untuk sampai ke sana seseorang dapat menggunakan bus ukuran kecil dan besar .

objek wisata ini berada di kecamatan Berastagi dan merdeka , karya ini dapat dikembangkan menjadi persinggahan pertama wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karo , karena dari bukit ini kita dapat melihat panorama kota Berastagi secara keseluruhan , Gunung Sibayak dan gunung Sinabung .

16. Pantai Lagundri dan Sorake Nias

SELANCAR DI PANTAI LAGUNDRI DAN SORAKE (NIAS) Pantai Lagundri dan Pantai Sorake bukan hanya memiliki lanskap panorama yang indah tetapi juga tersohor sebagai lokasi selancar (surfing) bertaraf internasional. Ketenaran kedua pantai tersebut kini disandingkan dengan deburan ombak menantang di Hawaii. Jarak antara Pantai Lagundri dan Pantai Sorake hanya 2 km, berlokasi kira-kira 12 km dari Telukdalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Penggila olahraga selancar dari mancanegara beduyun-duyun berkumpul di pantai ini pada April hingga September setiap tahunnya. Mereka akan menjajal lipatan gelombang yang tingginya mampu mencapai 7 hingga 10 meter dengan lima tingkatan. Beberapa di antaranya sangat diidamkan peselancar proffesional. Selain itu, panjang daya dorong ombak di kawasan ini nyatanya bisa mencapai 200 meter. Akan lebih menarik dan menantang ombaknya saat tiba bulan purnama!

Salah satu yang membuat ombak di Lagundri ini ideal bagi selancar adalah karena lokasinya berhadapan dengan Samudera Indonesia dan juga merupakan tempat bertemunya teluk sehingga ombak akan mengalir besar. Pantai Lagundri sudah beberapa kali menjadi lokasi lomba selancar baik nasional maupun internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan yang rutin diselenggarakan dimana ratusan peselancar mancanegara terutama dari Australia begitu mendominasi lautannya.

Warga lokal setempat terutama anak mudanya dapat menjadi pemandu dan pelatih apabila kamu ingin belajar selancar. Mereka akan menjelaskan kepada kamu termasuk untuk memahami jenis ombak di kawasan ini. Waktu terbaik untuk berselancar bagi pemula adalah pagi hari. Itu karena pagi hari ombaknya belum terlalu tinggi sehingga kamu tidak perlu mengayuh terlalu kuat untuk mendorong badan ke tengah laut. Apabila kamu ingin mencari ombak besar maka melautlah saat siang atau menjelang sore mengingat saat itu angin sudah makin kencang dan ombak pun semakin besar.

Jika kamu bermalam disana Tersedia sekira 60 homestay berjejer tepat berada di bibir Pantai Lagundri Sorake. Tarifnya terbilang ekonomis yaitu mulai dari Rp75.000,- per malam dengan fasilitasnya adalah kasur dan bantal, kamar mandi di dalam, air bersih, listrik, kipas angin, serta kelambu. Pilihan hotel berbintang tersedia di sini yaitu Sorake Beach Hotel.

Untuk bisa ke sana, kamu dapat menempuh jalur udara kira-kira 55 menit dari Bandar Udara Polonia di Medan ke Bandara Binaka di Gunungsitoli. Ada maskapai penerbangan Merpati dan SMAC yang melayani jalur ini dengan tarifnya berkisar di angka Rp.500.000,-. Berikutnya lanjutkan perjalanan kira-kira 3 jam dengan kendaraan umum ke Pantai Lagundri, Sorake yang berada di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Kendaraan umum di sini berupa minibus dengan tarif Rp40.000,-. Jalur dari Gunungsitoli ke Pantai Lagundri dan Pantai Sorake ada dua yaitu pertama melewati Lahewa terus membelah Pulau Nias hingga ke Telukdalam. Jalur kedua menyusuri pantai melewati kota-kota kecamatan, yaitu: Gido, Bawolato, Idanogawo dan Lahusa. Alternatif lain dari Kota Padang ada jalur darat dan udara. Melalui darat harus ke Sibolga sekira 6 jam kemudian menuju Gunungsitoli menggunakan kapal fery cepat selama 3 jam dengan tarif Rp100.000,-. Melalui jalur udara dengan penerbangan perintis SMAC yang beroperasi hanya hari Senin dan Jumat. Dari Padang transit ke Pulau Telo lalu terbang kembali ke Binaka. Tarif penerbanganya sekitar Rp230.000,-.

17. Pulau Berhala

Pulau Berhala adalah sebuah pulau di Sumatera Utara – Indonesia, tepatnya di kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Pulau ini merupakan pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 m dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila Anda menyelam ke sana. Luasnya adalah 2,5 km². Berhala memiliki topografi bergunung dengan hutan lebat dan pantai yang putih bersih. Pada awal dan akhir tahun, pantai Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 m dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila Anda menyelam ke sana.

Nama Pulau Berhala ini diambil dari nama raja Jambi dahulu yaitu Datuk Paduko Berhala yang makamnya terdapat di pulau itu.

Pulau Berhala cukup unik dilihat dari namanya saja sudah memberi kesan tersendiri. Luas pulau berkisar 2,5 hektare. Kondisi pulau sangat alami dan sudah memiliki penduduk. Saat ini pulau dijaga oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut

Saat ini sudah terdapat fasilitas berupa resort, pemancingan, wahana untuk permainan laut, maupun hotel untuk para wisatawan yang berkunjung ke sana

18. Pantai Bali Lestari

di Serdang Bedagai ada pantai yang keindahannya tak jauh beda dengan Pulau Dewata.

Di Serdang Bedagai, ada yang namanya Pantai Bali Lestari. Lokasinya terletak di Jl Pematang Pasir, Pantai Cermin, Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Di sini kalian bisa menikmati pantai dengan suasana Pulau Dewata Bali. Dilihat dari desain tempat makan, restoran, ornamen gapura seperti pura-pura yang ada di pulau Bali.

Pengelola pantai ini sengaja menciptakan suasana pantai seperti di Pulau Bali agar lebih terkesan unik dari pantai-pantai yang ada di daerah pesisir Serdang Bedagai yang banyak dijumpai.

Asal mula pantai ini bernama Pantai Lestari Indah. Setelah pengelola pantai mengubah konsep pantai ini seperti suasana di pulau Bali, hingga pantai ini pun berubah nama menjadi Pantai Bali Lestari.

Untuk sampai ke tempat ini, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 55 km selama 1,5 jam dengan kendaraan roda empat dari kota Medan melewati Tol Balmera. Kemudian melanjutkan ke rute Tol Medan- Kualanamu, lalu ambil jalan keluar menuju Gerbang Tol Lubuk Pakam.

Lanjutkan perjalanan melewati Jl Lintas Lubuk Pakam-Pematang Siantar, lalu belok kiri ke Jl H T Rizal Nurdin/ Pantai Cermin. Terus lurus saja ke Jl Pantai Gudang Garam dan belok ke kiri Jl Pematang Pasir. Untuk lebih jelasnya silahkan cek di Google Maps dan sesuaikan dengan rute perjalanan kamu.

Kalau perjalanan yang kami tempuh cukup mudah, karena sebelumnya kami sudah menginap di Pantai Cermin, jadi kami tinggal jalan kaki sekitar 50 meter dari Gerbang Theme Park Pantai Cermin. Sampailah kami di pantai Bali lestari. Karena memang pantai Cermin bersebelahan dengan pantai Bali Lestari.

Tiket masuk ke Pantai Bali Lestari Sekitar Rp 13.000, dan Rp 5.000 untuk parkir kendaraan. Di sini juga memiliki fasilitas lengkap seperti Lahan parkir yang luas, kamar mandi dan toilet yang bersih, pondok-pondok untuk duduk bersantai dengan keluarga. Kemudian di sini juga terdapat restoran seafood, dan hiburan live musik pada saat weekend.

Ketika kita mulai memasuki pantai kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang asri, pohon-pohon cemara yang dililit kain hitam putih kotak-kotak khas Bali, udara yang segar, suasana pantai Bali yang sangat terasa, ditambah dengan spot-spot foto pura Bali, payung warna-warni yang menggantung menambah keunikan pantai ini.

Selain itu, wahana yang ditawarkan di pantai ini ada banana boat dengan tarif Rp 25.000/ orang, Speed Boat Rp 20.000/orang.

Banyak wisatawan asal Medan yang mengunjungi tempat ini ketika weekend, dan menjelang libur sekolah dan Tahun Baru atau Libur Lebaran, Tempat ini semakin ramai dikunjungi

19. Pantai Cermin


Pantai Cermin Perbaungan adalah kawasan wisata favorit warga medan pariaman untuk menghabiskan waktu liburan mereka. Pantai yang memiliki pasir putih ini seakan tidak pernah sepi. Banyak para pengunjung yang datang kesini dengan berbagai macam keinginan dan tujuan. Ada yang ingin melepas penat atau hanya ingin menikmati semilir anginnya saja.

Deburan ombak ini seakan menjadi melodi yang tidak akan pernah tergantikan suara merdunya. Apalagi, bila wisatawan lihat lebih dalam, warna air ini biru dan sangat jernih. Semua tentang keindahan seakan ada di kawasan ini.

Bagi wisatawan yang pernah menjelajah ke Malaysia, pasti sudah tahu, bila nama dan hampir resortnya sama dengan kawasan di Malaysia.

Tetapi, satu hal yang harus diketahui, bila alam ini lebih menakjubkan. Banyak orang yang sepakat akan hal ini. wisatawan pun bisa membuktikannya sendiri.

Salah satu pembeda yang ada disini adalah jadinya dermaga batu yang menyayat hati. Gerombolan batu-batu ini seakan membentuk sebuah spot foto.

Jadi, jangan heran bila disini banyak sekali wisatawan yang akan mengambil gambar dan foto dengan berbagai macam kamera yang mereka bawa. Baca juga obyek wisata Pantai Anyer yang berlokasi di banten.

Theme Park
Disinilah perbedaan antara kawasan pantai cermin dengan kawasan pantai yang lain. Hadirnya pantai cermin theme park yang begitu esoktis dan menyenangkan.

Theme park disini, wisatawan bisa berenang dan bermain dengan perosotan sepuasnya. Ada juga ember tumpah yang siap membasahi wisatawan.

Selain itu, disini juga tersedia penyewaan ban. Jadi, anak-anak yang sedang belajar berenang tidak perlu takut. Ada juga permainan jungkat-jungkit yang cukup menarik.

Sayang kawasan yang menarik untuk dilewatkan. Disini, juga sudah disediakan gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk beristirahat dan bersantai.

Resort di Pantai Cermin
Pantai Cermin Medan juga menghadirkan sebuah resort yang tidak hanya berfungsi sebagai sebuah penginapan saja. tetapi, ada wahana water sport yang mempesona. Seperti banana boat, speed boat, dan jetski. Ada juga arena fishing boat. Untuk menikmati berbagai wahana ini, wisatawan hanya perlu merogoh kocek mulai dari 30 ribu rupiah saja. Ditambah lagi beberapa wahana berupa speed boat yang akan menambah keseruan. Semua ini bisa wisatawan dapatkan di Pantai Cermin.

Bisa dibilang resort ini memiliki fasilitas hotel bintang 5 dengan harga yang bersahabat dengan wisatawan. Disini, menyediakan berbagai macam fasilitas yang sangat memanjakan.

Wisatawan akan dimanjakan seperti raja dan ratu. Jangan tergoda dengan pelayanan ini karena, bisa-bisa wisatawan enggan untuk beranjak dari sini.

Kebun Binatang Mini
Pantai memang sebuah kawasan yang sejuk dengan hembusan anginnya. Oleh karena itu, tidak salah bila kawasan ini berpadu dengan sebuah kebun binatang mini. Dengan hadirnya kebun binatang ini, wisatawan bisa melihat sisi lain dari pantai cermin yang bisa di huni oleh beberapa hewan lucu. Seperti halnya, hamster, iguana, kura-kura, kelinci, dan ikan-ikan kecil yang menarik. Ada juga taman burung yang tidak hanya bisa dilihat tetapi, burung ini juga bisa diajak untuk selfie.

Menariknya lagi, kawasan ini ada arena untuk pacuan kuda. Jadi, wisatawan pun bisa menyewa kuda ini untuk berkeliling kawasan pantai.

Kebun binatang mini ini dilengkapi dengan pet shop. Jadi, wisatawan yang ingin membeli kebutuhan makan untuk hewannya, bisa membelinya disini.

Semua jenis makanan dari yang murah sampai yang termahal, dari yang tidak bermerk hingga bermerk pun ada disini.

Kuliner Dan Oleh-Oleh
Pantai cermin kota Medan memang kawasan sejuta pesona. Hadirnya beberapa warung tradisional dengan menu khas medan menjadi salah satu yang aduhai.

Rasanya begitu menggoda, membuat lidah terus bergoyang tanpa mau berhenti sedetik pun. harganya membuat wisatawan ingin nambah lagi dan lagi.

Menu makanan disini disajikan fresh. Apalagi, menu ikannya, dijamin sangat segar. Jadi, lebih baik beli makan di warung sini dari pada harus membawa sendiri dari rumah. Selain itu, wisatawan juga bisa membeli oleh-oleh yang menarik dan bisa dibeli oleh wisatawan.

Ada beberapa souvenir yang menarik dengan harga yang juga sangat bersahabat. Disini, seakan dimanjakan oleh apa pun. jadi, jangan heran bila saat week end banyak wisatawan ingin berlama-lama di Pantai Cermin.

Menariknya lagi, penduduk di kawasan ini sangat ramah jadi, wisatawan akan merasa seperti berada di rumah sendiri.

Alamat Dan Rute Lokasi
Alamat pantai cermin berada di kecamatan Cermin, Kabupaten Serdang bedagai, Propinsi Sumatera Utara. Dilihat dari letak geografisnya, kawasan ini berhadapan langsung dengan lautan selat malaka.

Berada di daerah wisata perbaungan yang menjadi pintu gerbang dari beberapa pantai uang ada disini.

Nah, rute menuju ke kawasan ini wisatawan bisa menempuhnya dari Pusat kota medan dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit hingga 1 jam. Pertama kali, wisatawan harus menempuh jalan Guru Patimpus Medan.

Lalu, arahkan kendaraan menuju ke jalan putri hijau II. Lalu belok ke kanan menuju ke jalan Putri Merak Jingga.

1 km dari jalan ini wisatawan bisa belok kea rah kiri menuju ke jalan Perintis kemerdekaan. Lalu, arahkan kendaraan lurus terus hingga sampai di Jl. Prof H.M Yamin Sh. Dan jln. Letda sujono. Selanjutnya, wisatawan arahkan kendaraan ke kanan ke jalan Tol Belmera. Dari jalan ini, wisatawan bisa menuju ke pantai cermin.

Harga Tiket Masuk
Harga tiket masuk theme park pantai cermin ini adalah 10 ribu rupiah. Bagi wisatawan yang membawa kendaraan akan ditambah dengan biaya parkir.

Untuk motor akan dikenakan biaya sebesar 5 ribu rupiah. Bagi yang membawa mobil, wisatawan akan dikenakan biaya kurang lebih 10 ribu rupiah.

Nah, untuk bisa menikmati kawasan waterboom. Wisatawan bisa membayarnya dengan harga 55 ribu rupiah. Harga ini dibayar pada saat week day.

Untuk week end, harga ini akan naik menjadi 80 ribu rupiah. Menariknya, harga ini akan di tambah dengan snack dan juga minuman segar. Pantai Cermin memang memiliki keindahan yang sangat esoktis. Kawasan lengkap dan pasti akan menghabiskan banyak waktu disini. Tempat yang sangat menarik untuk menghabiskan waktu selama liburan. Jadi, jangan lupa luangkan waktu wisatawan ke kawasan ini.

20. Taman Wisata Salib Kasih


Salib Kasih, Siatas Barita adalah sebuah tempat wisata rohani yang dibuat untuk mengenang jasa missionaris agama Kristen yang berasal dari Jerman DR.Ingwer Ludwig Nommensen (hampir dibunuh di sana karena menyebarkan agama Kristen) memulai missinya di tanah Batak, dan merupakan tempat DR.IL Nommensen untuk memandang ke arah Rura Silindung dibawahnya.

Salib Kasih ini terletak di Dolok (Bukit) Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara.

Pembangunan monumen ini digagasi tahun 1992 oleh Drs. TB. Pasaribu, Kepala Dinas Pariwisata saat itu dan diresmikan oleh Bupati Tapanuli Utara Lundu Panjaitan, SH pada tahun 1993.

21. Taman Wisata Iman


Lokasi
Taman Wisata Iman berada di Bukit Sitinjo dengan luas 130.000 m2, terletak di Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Terletak sekitar 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Dairi, Sidikalang atau sekitar 154 km dari Medan

Sejarah
Bupati Dairi yang pada saat itu dijabat oleh Dr. Master Parulian Tumanggor pada awal tahun 2001 telah merancang sebuah lokasi yang didalamnya terdapat fasilitas ibadah dan wisata rohani untuk kelima agama yang terdapat di Indonesia. Gagasan itu diwujudkan melalui dialog bersama dengan seluruh tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang ada di Kabupaten Dairi untuk membahas realisasi dari rencana tersebut. Hasil dari dialog tersebut diperoleh berupa penetapan Lokasi Pembangunan Taman Wisata Iman Dairi yaitu di daerah Perbukitan Sitinjo yang terletak di Kecamatan Sitinjo. Adapun pertimbangan sehingga Taman Wisata Iman ditempatkan di lokasi tersebut karena mengingat lokasi tersebut ditutupi oleh hutan pinus dan dinilai sangat bagus dan cocok untuk tempat berwisata rohani. Pada hari Selasa, 20 Agustus 2005 Menteri Agama Republik Indonesia yang saat itu dijabat oleh Bapak Prof. Dr. H. Said Agil Al-Munawar melakukan peletakan batu pertama Taman Wisata Iman (TWI) dan disaksikan oleh pemrakarsa Bapak Dr. Master Parulian Tumanggor.

Gambaran umum
TWI merupakan tempat wisata religius. TWI bukan hanya mewakili salah satu agama saja yang diakui di Indonesia melainkan semua agama. Mewakili yang dimaksud adalah bahwa dalam TWI terdapat berbagai bangunan-bangunan yang duanggap bersejarah bagi pemeluk agama masing-masing. Mulai dari tempat peribadatan hingga miniatur bangunan yang dianggap bersejarah dan mengenangkan peristiwa-peristiwa penting bagi pemeluknya.

Di Taman Wisata Iman ini kita dapat melihat:
Vihara Saddhavadana dengan patung Buddha Rupang Patung Abraham, patung Nabi Musa, Gereja Oikumene, Gua Bunda Maria, dan Perahu Nabi Nuh Perjalanan Kehidupan Yesus Kristus yang terdiri dari Kandang Domba di Betlehem, Yesus memberi makan 5000 orang, Yesus berdoa di Taman Getsmani, 14 tahap perjalanan salib (Via Dolorosa), Bukit Golgata dan Kebangkitan Yesus
Kuil Hindu
Lapangan Manasik Haji dan Mesjid.
Taman Firdaus
Tiket Masuk dan Penginapan
Sesuai Perda, tiket masuk TWI sebesar Rp5.000 (dewasa) dan Rp3.000 (anak-anak), roda dua Rp2.000, roda empat Rp5.0000, roda enam Rp7.000. Asrama Rp200.000/hari, Aula Rp400.000/hari

22. Taman Wisata Pagoda Lumbini

Taman Alam Lumbini merupakan Replika Pagoda Shwedagon yang berada di negara Myanmar. Taman dengan luas kawasan kurang lebih 3 hektar terletak di komplek International Buddhis Centre – Taman Alam Lumbini tepatnya di Desa Dolat Rayat, Kota Brastagi, Sumatera Utara. Taman ini dipusatkan sebagai tempat peribadatan dan wisata religi agama Budha. Secara keseluruhan taman yang dikenal dengan nama pagoda emas ini masuk ke dalam museum rekor Indonesia sebagai pagoda tertinggi di Indonesia dan merupakan replika tertinggi kedua di Asia Tenggara. Bangunan dengan tinggi 46,8 meter, panjang 68 meter, lebar 68 meter ini menjadi salah satu replika Pagoda Shwedagon terbesar di luar Negara Myanmar. Pada Oktober 2010 silam, sekitar 1.300 biarawan dan 200 tamu undangan dari seluruh dunia datang berkumpul di taman ini untuk memperingati perayaan bangunan ini

Fakta


Taman Alam Lumbini yang berdiri sejak Oktober 2010 memiliki beberapa fakta menarik, diantaranya :
1. Nama Lumbini merujuk pada taman tempat kelahiran dari Sang Budha atau Siddartha Gautama.
2. Dengan tinggi bangunan 46,8 meter, panjang 68 meter, dan lebar 68 meter menjadikan bangunan ini sebagai.
3. pagoda tertinggi di Indonesia dan tercatat dalam rekor MURI.
4. Bercorak pagoda Myanmar.
5. Menjadi Replika Pagoda nomor 2 di Asia Tenggara.
6. Untuk mengunjungi taman ini, pengunjung tidak dipungut uang.
7. Dihiasi berbagai macam bunga yang tersusun dengan rapi.
8. Terdapat banyak patung biksu.
9. Di dalam pagoda terdapat pohon permohonan yaitu dikenal dengan sebutan Wishing Tree.
10. Terdapat beberapa permainan dan tempat rekerasi seperti area fitness, ayunan, perosotan dan masih banyak lagi

23. Wisata Batu Katak

Objek Wisata Batu Katak, lokasi wisata ini tidak jauh dari Objek Wisata Bukit Lawang yang sudah terkenal sampai ke Mancanegara. Objek wisata Batu Katak ini jaraknya hanya ± 7 km dari Pekan Bahorok atau ± 80 km dari kota Medan. Perjalanan ditempuh dari Medan-Binjai-Pekan Bahorok-Batu Katak.

Dari simpang Pekan Bahorok ke kiri dan terus saja, sampai dipenghujung kita akan menjumpai Objek Wisata Batu Katak. Lama perjalanan dari Kota Medan menuju Wisata Batu Katak ± 2 jam. Di Objek Wisata Batu Katak pengunjung dapat menikmati keindahan alam Batu Katak yang begitu mempesona.

Jika beruntung, para wisatawan bisa masuk ke dalam kawasan hutan untuk melihat mekarnya Bunga Endemis jenis bunga bangkai dan Raflesia yang sudah terkenal hingga mancanegara…..

24. Wisata Air Terjun Namu Belanga

Air terjun NAMU BELANGA, objek wisata ini terletak di Desa Garunggang Kecamatan Sei Bingei dan Kuala, tidak jauh dari Desa Rumah Galuh. Untuk sampai kelokasi objek wisata ± 2 jam dari Medan. Objek wisata ini terkenal dengan airnya yang sebening kaca.

25. Pulau Mursala

Pulau Mursala adalah pulau terbesar di daerah Kabupaten Tapanuli Tengah. Pulau ini termasuk daerah Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah dan terletak di sebelah Barat Daya Kota Sibolga dan berjarak 22,5 km dari Pandan, Tapanuli Tengah. Pulau Mursala mempunyai luas ± 8.000 Ha dan dapat ditempuh melalui Pandan atau Sibolga menggunakan kapal melintasi Teluk Tapanuli. Film tahun 2013 Mursala memiliki latar cerita di pulau ini.

inilah tempat wisata di sumatera utara yang saya himpun,semoga bermanfaat dalam menentukan kemana anda akan berlibur bersama keluarga atau teman,selamat berwisata !

MEDAN 88 RENT CAR